Vokasi UNESA Perkuat Internasionalisasi melalui Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa di ICASVI 2026
vokasi.unesa.ac.id - SURABAYA – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui keterlibatan sivitas akademika dalam The 3rd International Conference on Aligning Sustainability with Vocational Innovations (ICASVI) 2026. Dosen dan mahasiswa Program Magister Industri Kreatif turut mengambil peran dalam Organizing Committee konferensi internasional yang mengusung tema “Applied Innovation for Sustainable Impact”.
Kegiatan yang berlangsung pada 3 Agustus 2026 tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai institusi untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, serta inovasi di bidang pendidikan vokasi dan ilmu terapan. Keterlibatan sivitas akademika Vokasi UNESA menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi dalam jejaring akademik global.
Berbeda dari sekadar menjadi peserta konferensi, dosen dan mahasiswa Magister Industri Kreatif UNESA terlibat langsung dalam struktur kepanitiaan. Mereka berkontribusi dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari koordinasi kegiatan, komunikasi akademik, pengelolaan peserta, hingga mendukung kelancaran rangkaian konferensi.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai pengelolaan kegiatan akademik berskala internasional. Pengalaman ini menjadi bentuk experiential learning, di mana mahasiswa memperoleh pembelajaran melalui keterlibatan langsung dalam situasi nyata di luar ruang kelas.
Dekan Fakultas Vokasi UNESA, Dr. Suprapto, S.Pd., M.T., mengapresiasi keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam konferensi internasional tersebut. Menurutnya, pengalaman seperti ini penting untuk membentuk lulusan vokasi yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan profesionalisme.
“Pendidikan vokasi harus memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Keterlibatan dalam konferensi internasional seperti ICASVI menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, manajemen kegiatan, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam lingkungan profesional,” ujar Dr. Suprapto.
Ia menambahkan bahwa internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai keikutsertaan dalam kegiatan luar negeri, tetapi juga sebagai kemampuan sivitas akademika untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan menghasilkan gagasan yang memiliki relevansi global.
“Kami ingin mahasiswa Vokasi UNESA memiliki wawasan global tanpa kehilangan karakter vokasinya. Mereka harus mampu berkolaborasi lintas bidang dan lintas negara, sekaligus membawa gagasan serta inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri,” tambahnya.
ICASVI 2026 sendiri mengangkat isu inovasi terapan dan keberlanjutan dalam berbagai bidang. Pembahasannya mencakup keberlanjutan digital, desain cerdas, software engineering, manufaktur sirkular, teknologi energi dan pengelolaan limbah, otomasi, hingga pendekatan berkelanjutan dalam bidang kuliner dan gaya hidup.
Tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan industri kreatif. Perkembangan industri kreatif saat ini tidak hanya membutuhkan kreativitas dan estetika, tetapi juga menuntut inovasi material, pemanfaatan teknologi, desain berkelanjutan, efisiensi sumber daya, serta perhatian terhadap dampak sosial dan lingkungan.
ICASVI 2026 juga memperkuat kolaborasi antara UNESA dengan sejumlah perguruan tinggi nasional dan internasional. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh UNESA bersama sejumlah co-host, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Internasional Semen Indonesia, serta mendapat dukungan dari sejumlah institusi internasional seperti University of Queensland, National Yunlin University of Science and Technology, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Bagi mahasiswa, pengalaman menjadi bagian dari Organizing Committee memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi komunikasi profesional, kerja sama tim, manajemen kegiatan, kemampuan beradaptasi, pemecahan masalah, komunikasi lintas budaya, dan profesionalisme dalam lingkungan akademik internasional.
Keterlibatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Fakultas Vokasi UNESA dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi, inovasi, keberlanjutan, dan perkembangan global. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia profesional yang semakin dinamis dan terhubung secara global.
Kegiatan ini mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pengalaman dan kompetensi mahasiswa, SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi terapan, SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan perspektif keberlanjutan, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik nasional dan internasional.
Melalui keterlibatan dalam ICASVI 2026, Vokasi UNESA menegaskan komitmennya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, adaptif, berwawasan global, dan mampu menghadirkan inovasi untuk dampak yang berkelanjutan.
Share It On: