Vokasi UNESA Perkuat Hilirisasi Riset, Dosen Magister Terapan Industri Kreatif Raih Penghargaan
vokasi.unesa.ac.id - SURABAYA – Komitmen Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam mendorong riset terapan yang berdampak kembali mendapat pengakuan. Prof. Dr. Any Sutiadiningsih, M.Si., dosen Program Magister Terapan Industri Kreatif Fakultas Vokasi UNESA, berhasil meraih penghargaan Top Hilirisasi Riset yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dosen dalam mengembangkan hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat ditransformasikan menjadi inovasi yang memiliki nilai guna bagi masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat karakter pendidikan vokasi yang menempatkan riset terapan, inovasi, kreativitas, dan pemecahan persoalan nyata sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Bagi Fakultas Vokasi UNESA, hilirisasi menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Hilirisasi riset mendorong hasil penelitian untuk bergerak menuju tahap implementasi. Produk penelitian dapat dikembangkan menjadi produk inovatif, model, layanan, teknologi tepat guna, desain, maupun solusi yang memiliki nilai sosial dan ekonomi. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Dekan Fakultas Vokasi UNESA, Dr. Suprapto, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan Top Hilirisasi Riset menunjukkan bahwa dosen vokasi memiliki peran penting dalam memastikan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata.
“Hilirisasi merupakan bagian penting dari karakter pendidikan vokasi. Riset yang dilakukan dosen tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi perlu diarahkan agar dapat menjawab persoalan nyata dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia industri,” ujar Dr. Suprapto.
Ia menambahkan, budaya hilirisasi perlu terus diperkuat tidak hanya di kalangan dosen, tetapi juga mahasiswa. Dengan demikian, proses penelitian dan pembelajaran dapat berjalan beriringan dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.
“Kami ingin mahasiswa juga memiliki cara pandang bahwa penelitian bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademik. Sejak di bangku kuliah, mereka perlu didorong untuk menghasilkan karya yang memiliki potensi untuk diterapkan, dikembangkan, dan memberikan solusi. Inilah salah satu kekuatan pendidikan vokasi,” tambahnya.
Capaian Prof. Any juga memiliki relevansi kuat dengan pengembangan Program Magister Terapan Industri Kreatif. Program tersebut menempatkan pemecahan masalah, pengembangan produk, kreativitas, kewirausahaan, dan kolaborasi industri sebagai bagian dari pengembangan keilmuan.
Pengalaman dosen dalam melakukan hilirisasi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian tesis terapan. Hasil penelitian mahasiswa ke depan diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen akademik, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk, model bisnis, kekayaan intelektual, desain, sistem, atau solusi bagi pelaku industri kreatif.
Penghargaan ini juga sejalan dengan agenda UNESA dalam memperkuat ekosistem penelitian, inovasi, dan hilirisasi. Pada 2026, sejumlah proposal UNESA memperoleh pendanaan Program Hilirisasi Riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari upaya mendorong penelitian menuju tahap implementasi.
Bagi Fakultas Vokasi UNESA, penguatan hilirisasi juga membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar hasil riset dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.
Capaian ini turut mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan budaya riset dan pembelajaran terapan, SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan inovasi bernilai tambah, SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui hilirisasi hasil penelitian, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat.
Penghargaan Top Hilirisasi Riset bagi Prof. Any Sutiadiningsih menjadi bukti bahwa riset di lingkungan Fakultas Vokasi UNESA terus diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat diterapkan, inovasi yang dapat dikembangkan, dan solusi yang memberikan dampak nyata.
Share It On: