Vokasi UNESA Perkuat Budaya Prestasi, Dosen VKO Raih Juara Mini Soccer Antarperguruan Tinggi
vokasi.unesa.ac.id - TANJUNGPINANG – Prestasi kembali ditorehkan civitas akademika Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dosen Program Studi Sarjana Terapan Kepelatihan Olahraga (VKO), Rizky Muhammad Sidik, S.Pd., M.Ed., berhasil meraih juara dalam kompetisi Mini Soccer antarperguruan tinggi yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-19 Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Kompetisi yang berlangsung di Tanjungpinang tersebut mempertemukan tim dari berbagai perguruan tinggi. Keikutsertaan dosen VKO UNESA tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi melalui semangat sportivitas dan kebersamaan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa budaya prestasi di Fakultas Vokasi UNESA tidak hanya dibangun melalui keberhasilan mahasiswa, tetapi juga melalui keterlibatan aktif para dosen dalam berbagai kegiatan profesional dan kompetitif. Bagi Program Studi VKO, keterlibatan dosen dalam kompetisi olahraga menjadi bagian dari upaya menjaga keterhubungan antara kompetensi akademik dengan praktik di lapangan.
Sebagai program studi yang berfokus pada bidang kepelatihan olahraga, pengalaman langsung dosen dalam berbagai aktivitas olahraga memiliki nilai penting bagi proses pembelajaran. Pengalaman tersebut dapat memperkaya wawasan akademik sekaligus memberikan contoh nyata mengenai penerapan pengetahuan kepelatihan, sportivitas, kerja sama tim, dan profesionalisme dalam situasi kompetitif.
Dekan Fakultas Vokasi UNESA, Dr. Suprapto, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih dosen VKO tersebut. Menurutnya, prestasi dosen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong sivitas akademika untuk terus berkembang.
“Prestasi dosen merupakan bagian dari budaya akademik yang perlu terus kita dorong. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga perlu menunjukkan kompetensi dan profesionalismenya melalui pengalaman nyata di bidang masing-masing. Prestasi di arena olahraga seperti ini tentu menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi,” ujar Dr. Suprapto.
Ia menambahkan bahwa pengalaman dosen di lapangan dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman profesional dapat dibawa kembali ke dalam proses pembelajaran.
“Khususnya di bidang kepelatihan olahraga, pengalaman praktik menjadi sangat penting. Dosen yang aktif di lapangan dapat membawa pengalaman tersebut ke ruang kelas sehingga mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan dunia olahraga profesional,” tambahnya.
Prestasi Rizky Muhammad Sidik juga memperkuat eksistensi VKO UNESA sebagai program studi yang tidak hanya mengembangkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga mendorong dosennya untuk aktif berkontribusi dalam perkembangan olahraga. Sebelumnya, dosen dan mahasiswa VKO UNESA juga telah menunjukkan kiprah dalam berbagai kegiatan olahraga dan kompetisi di tingkat nasional.
Keterlibatan aktif sivitas akademika dalam dunia olahraga menjadi salah satu bentuk penerapan nyata pendidikan vokasi. Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi terus dihubungkan dengan praktik, pengalaman profesional, serta perkembangan kebutuhan industri olahraga.
Bagi Fakultas Vokasi UNESA, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus membangun lingkungan akademik yang mendukung prestasi, profesionalisme, dan pengembangan kompetensi. Dosen diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus sumber pengalaman bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Prestasi tersebut sekaligus mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi dan pengalaman praktis sivitas akademika, serta SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan budaya olahraga dan aktivitas fisik di lingkungan pendidikan tinggi.
Melalui capaian ini, Vokasi UNESA kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pada pengalaman nyata, prestasi, profesionalisme, dan kontribusi terhadap perkembangan dunia olahraga.
Share It On: