Unesa Gelar Pelatihan dan Simulasi Kebencanaan, K3, serta Pencegahan Kekerasan dalam Rangka Bulan K3
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Pelatihan dan Simulasi Kebencanaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Optimalisasi Pencegahan Kekerasan dalam rangka Bulan K3, pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Lantai 9 Gedung Rektorat Unesa.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis Universitas Negeri Surabaya dengan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unesa dalam membangun budaya keselamatan, kesiapsiagaan bencana, serta lingkungan kampus yang aman dan sehat.
Pelatihan dan simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap potensi bencana, mengenalkan aplikasi Weather Observation and Forecast Integrated (WOFI) sebagai sistem prakiraan cuaca real-time, serta memitigasi titik-titik rawan bencana di lingkungan Universitas Negeri Surabaya.
Peserta kegiatan terdiri atas 59 orang perwakilan dari masing-masing fakultas di Unesa, yang meliputi dosen, tenaga kependidikan, serta petugas satuan pengamanan (satpam).

Materi kegiatan disampaikan secara bertahap dan aplikatif, meliputi:
Materi kebencanaan dan mitigasi risiko bencana di lingkungan kampus
Pengenalan aplikasi Weather Observation and Forecast Integrated (WOFI) sebagai alat pendukung kewaspadaan cuaca
Simulasi pertolongan darurat menggunakan tandu sebagai bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Simulasi penanganan gempa bumi untuk melatih respons cepat dan tepat dalam situasi darurat
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, yaitu Bapak Sanubari dan Bapak Arya, serta dari PT Servvo Fire Indonesia, yaitu Ibu Bela, yang memberikan penguatan materi dan pendampingan pada sesi simulasi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Surabaya diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi potensi bencana, memperkuat penerapan K3, serta menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.
Share It On: