“Moonlit Rose” Perkuat Inovasi Fashion Mahasiswa, Fakultas Vokasi UNESA Dukung SDGs melalui Karya Kreatif Berdaya Saing
vokasi.unesa.ac.id Surabaya— Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus mendorong lahirnya inovasi di bidang industri kreatif melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kreativitas, kompetensi teknis, dan kebutuhan dunia industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui karya "Moonlit Rose" yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana sebagai representasi inovasi fesyen kontemporer yang mengedepankan kualitas desain, kreativitas, dan nilai artistik.
Karya "Moonlit Rose" menjadi salah satu bukti implementasi pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki daya saing di industri mode. Melalui eksplorasi konsep, material, teknik konstruksi busana, serta estetika desain, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menghasilkan karya yang sesuai dengan standar industri fesyen modern.
Proses penciptaan karya ini menunjukkan bagaimana pembelajaran di Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana mengintegrasikan riset desain, kreativitas, dan kemampuan problem solving ke dalam satu kesatuan proses pembelajaran. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan tren industri sekaligus mampu menciptakan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan estetika.
Selain menjadi media ekspresi kreatif, "Moonlit Rose" juga memperlihatkan kesiapan mahasiswa dalam menerapkan kompetensi profesional mulai dari penyusunan konsep desain, pemilihan material, teknik produksi, hingga penyajian karya sesuai standar industri. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha kreatif di bidang fesyen.
Dekan Fakultas Vokasi UNESA, Dr. Suprapto, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa karya-karya inovatif mahasiswa merupakan indikator keberhasilan pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan perkembangan industri kreatif.
"Fakultas Vokasi UNESA terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan karya yang lahir dari proses pembelajaran berbasis inovasi dan kreativitas. 'Moonlit Rose' menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis di bidang tata busana, tetapi juga memiliki kemampuan menghasilkan produk kreatif yang relevan dengan perkembangan industri. Inilah bentuk nyata pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, inovasi, dan daya saing global," ujar Dr. Suprapto.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Vokasi UNESA akan terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang mendukung kolaborasi, eksplorasi ide, serta pengembangan karya inovatif sehingga lulusan mampu menjadi talenta profesional sekaligus penggerak industri kreatif Indonesia.
Melalui karya "Moonlit Rose", Fakultas Vokasi UNESA sebagai bagian dari Rumah Para Juara kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran vokasi berbasis kompetensi dan kreativitas, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi produk fesyen yang memperkuat daya saing industri kreatif nasional. Ke depan, Fakultas Vokasi UNESA akan terus mendorong lahirnya karya-karya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri fesyen Indonesia.
Share It On: