Fakultas Vokasi UNESA Perkuat Budaya Kampus Aman melalui Seminar Anti Kekerasan Seksual untuk Mendukung SDGs
vokasi.unesa.ac.id Surabaya— Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Anti Kekerasan Seksual bertajuk "Mewujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual: Dari Kebijakan ke Aksi Nyata" yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana.
Kegiatan yang dilaksanakan di V Junction, Ciputra World Surabaya ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Seminar menghadirkan Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd., Kepala Subdirektorat Mitigasi Crisis Center UNESA, sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, faktor penyebab, dampak terhadap korban, hingga mekanisme pencegahan dan pelaporan sesuai kebijakan yang berlaku di lingkungan kampus.
Melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab, mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya membangun budaya saling menghormati, melindungi hak setiap individu, serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kepedulian mahasiswa terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga kampus.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Melalui edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut membangun budaya kampus yang menghargai kesetaraan, menjunjung tinggi martabat manusia, dan bebas dari diskriminasi maupun kekerasan.
Dekan Fakultas Vokasi UNESA, Dr. Suprapto, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa terciptanya lingkungan belajar yang aman merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas.
"Fakultas Vokasi UNESA berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan menghormati martabat setiap individu. Edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual merupakan bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam kompetensi profesional, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan keberanian untuk menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan," ujar Dr. Suprapto.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar budaya saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang melekat dalam kehidupan akademik. Menurutnya, kampus yang aman dan inklusif akan menciptakan ruang belajar yang kondusif sehingga setiap mahasiswa dapat berkembang secara optimal, baik dari aspek akademik maupun pengembangan karakter.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Fakultas Vokasi UNESA sebagai bagian dari Rumah Para Juara kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui terciptanya lingkungan belajar yang aman, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan edukasi pencegahan kekerasan dan penghormatan terhadap hak setiap individu, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pembangunan budaya kampus yang menjunjung keadilan, perlindungan, dan tata kelola yang responsif terhadap isu kekerasan seksual. Fakultas Vokasi UNESA akan terus mendorong berbagai program edukatif yang mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan vokasi yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Share It On: