Fakultas Vokasi UNESA Jadi Tuan Rumah OLIVIA XI 2026, Perkuat Pendidikan Vokasi untuk SDGs Berkelanjutan
vokasi.unesa.ac.id - SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Fakultas Vokasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI Tahun 2026. Mengusung tema “Synergizing for Sustainable Innovation: Transforming Ideas into Real-World Impact”, OLIVIA XI menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
OLIVIA XI 2026 merupakan ajang kompetisi nasional yang diinisiasi oleh Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dan mempertemukan mahasiswa vokasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, amanah penyelenggaraan OLIVIA ke-11 diberikan kepada Fakultas Vokasi UNESA sebagai bagian dari kontribusi UNESA dalam memperkuat daya saing dan ekosistem pendidikan vokasi nasional.
Puncak penyelenggaraan OLIVIA XI 2026 berlangsung pada 2–4 Agustus 2026 di lingkungan UNESA. Sebanyak 26 tangkai lomba yang terbagi dalam tujuh kategori utama dihadirkan untuk menguji kompetensi, kreativitas, kemampuan problem solving, serta inovasi mahasiswa vokasi dari berbagai bidang.
Wakil Rektor I UNESA, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., menegaskan bahwa pendidikan tinggi vokasi memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, transisi energi, hingga perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Perguruan tinggi tidak boleh gagap dan berdiri sebagai menara gading. Vokasi harus hadir menjadi menara air yang memberi kehidupan dan solusi konkret bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”
Menurut Martadi, penguatan pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Karena itu, karya dan inovasi mahasiswa vokasi perlu diarahkan agar tidak berhenti pada tahap rancangan atau prototipe, tetapi dapat dikembangkan dan dihilirkan menjadi produk, layanan, maupun solusi yang memberikan manfaat nyata.
“Selain itu, mendorong real-world impact, memastikan hasil inovasi dan karya vokasi tidak hanya berhenti di laboratorium atau dokumen rancangan, melainkan dihilirisasi menjadi produk dan kebijakan nyata,” jelasnya.
Dorong Relevansi Kompetensi dengan Kebutuhan Industri
Penyelenggaraan OLIVIA XI juga mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, mengapresiasi pelaksanaan OLIVIA XI di UNESA sebagai ruang untuk memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, tantangan ketenagakerjaan lulusan vokasi masih perlu dijawab melalui penguatan keterkaitan antara kurikulum, kompetensi mahasiswa, dan kebutuhan dunia industri.
“Karena itu, kementerian terus mendorong penguatan relevansi antara kurikulum, kompetensi mahasiswa, dengan kebutuhan industri,” ujar Fauzan.
Ia juga menyampaikan rencana penguatan ekosistem pendidikan vokasi melalui Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia agar sinergi antarperguruan tinggi vokasi dapat semakin solid dan terintegrasi secara nasional.
Ruang Kolaborasi dan Hilirisasi Inovasi Mahasiswa
Bagi Fakultas Vokasi UNESA, OLIVIA XI tidak hanya menjadi kompetisi untuk mengukur capaian mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan, kompetensi, dan inovasi dari berbagai perguruan tinggi vokasi.
Melalui berbagai kategori perlombaan, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang aplikatif dan relevan dengan persoalan nyata. Semangat tersebut sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan keterampilan praktis, pemecahan masalah, inovasi, serta keterhubungan dengan dunia kerja sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.
Ketua Pelaksana OLIVIA XI 2026, Anggi Rahmad Zulfikar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menghadirkan 26 tangkai lomba yang terbagi dalam tujuh kategori utama. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa vokasi dari berbagai daerah untuk menunjukkan kompetensi terbaik sekaligus membangun jejaring kolaborasi.
“Kami mengundang seluruh mahasiswa vokasi dari Sabang sampai Merauke untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya,” ungkap Anggi.
Kepercayaan kepada Fakultas Vokasi UNESA sebagai tuan rumah OLIVIA XI 2026 sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap peran UNESA dalam pengembangan pendidikan vokasi di tingkat nasional. Melalui penyelenggaraan ini, Fakultas Vokasi UNESA berkomitmen menghadirkan ekosistem yang mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia industri.
Dengan mengusung semangat “Transforming Ideas into Real-World Impact”, OLIVIA XI 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Lebih dari itu, OLIVIA menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan vokasi yang semakin relevan, adaptif, inklusif, dan berorientasi pada dampak nyata.
Penyelenggaraan OLIVIA XI 2026 juga sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi dan kreativitas mahasiswa, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan dan hilirisasi inovasi mahasiswa.
Dari UNESA, semangat kolaborasi pendidikan vokasi diharapkan terus tumbuh untuk melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga mampu mengubah gagasan menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia industri.
Share It On: